Sabtu, 02 April 2016

Khoirul Anwar, Penemu 4G LTE Yang Dinikmati Dunia Berasal Dari Putra Daerah Indonesia

Khoirul Anwar dianggap gila. Ditertawakan. Bahkan dicemooh. Idenya dianggap muskil. Tak masuk akal. Semua ilmuwan yang berkumpul di Hokkaido, Jepang, itu menganggap pemikiran yang dipresentasikan itu tak berguna.

Dari Negeri Sakura, Anwar terbang ke Australia. Tetap dengan ide yang sama. Setali tiga uang. Ilmuwan negeri Kanguru itu juga memandangnya sebelah mata. Pemikiran Anwar dianggap sampah.

Pemikiran Anwar yang ditertawakan ilmuwan itu tentang masalah power atau catu daya pada Wi-Fi. Dia resah. Saban mengakses internet, catu daya itu kerap tak stabil. Kadang bekerja kuat, sekejap kemudian melemah. Banyak orang mengeluh soal ini.

Tak mau terus mengeluh, Anwar memutar otak. Pria asal Kediri, Jawa Timur, itu ingin memberi solusi. Dia menggunakan algoritma Fast Fourier Transform (FFT) berpasangan.

FFT merupakan algoritma yang kerap digunakan untuk mengolah sinyal digital. Anwar memasangkan FFT dengan FFT asli. Dia menggunakan hipotesis, cara tersebut akan menguatkan catu daya sehingga bisa stabil.

Ide itulah yang diolok-olok ilmuwan pada tahun 2005. Banyak ilmuwan beranggapan, jika FFT dipasangkan, keduanya akan saling menghilangkan. Tapi Anwar tetap yakin, hipotesa ini menjadi solusi keluhan banyak orang itu.

Ilmuwan Jepang dan Australia boleh mengangapnya sebagai dagelan. Tapi dia tak berhenti. Anwar kemudian terbang ke Amerika Serikat. Memaparkan ide yang sama ke para ilmuwan Paman Sam.

Tanggapan mereka berbeda. Di Amerika, Anwar mendapat sambutan luar biasa. Ide yang dianggap sampah itu bahkan mendapat paten. Diberi nama Transmitter and Receiver. Dunia menyebutnya 4G LTE. Fourth Generation Long Term Evolution.

Yang lebih mencengangkan lagi, pada 2008 ide yang dianggap gila ini dijadikan sebagai standar telekomunikasi oleh International Telecommunication Union (ITU), sebuah organisasi internasional yang berbasis di Genewa, Swiss. Standar itu mengacu prinsip kerja Anwar.

Dua tahun kemudian, temuan itu diterapkan pada satelit. Kini dinikmati umat manusia di muka Bumi. Dengan alat ini, komunikasi menjadi lebih stabil.

Karya besar ini ternyata diilhami masa kecil Anwar. Dulu, dia suka menonton serial kartun Dragon Ball. Dalam film itu, dia terkesan dengan sang lakon, Son Goku, yang mengeluarkan jurus andalan berupa bola energi, Genkidama.

Untuk membuat bola tersebut, Goku tidak menggunakan energi dalam dirinya yang sangat terbatas. Goku meminta seluruh alam agar menyumbangkan energi. Setelah terkumpul banyak dan berbentuk bola, Goku menggunakannya untuk mengalahkan musuh yang juga saudara satu sukunya, Bezita.

Prinsip jurus tersebut menjadi inspirasi bagi Anwar. Dia menerapkannya pada teknologi 4G itu. Jadi, untuk dapat bekerja maksimal, teknologi 4G menggunakan tenaga yang didapat dari luar sumber aslinya.

Ya, karya besar ini lahir dari orang desa. Anwar lahir di Kediri, Jawa Timur, pada 22 Agustus 1978. Dia bukan dari kalangan ningrat. Atau pula juragan kaya. Melainkan dari kalangan jelata.

Sang ayah, Sudjiarto, hanya buruh tani. Begitu pula sang bunda, Siti Patmi. Keluarga ini menyambung hidup dengan menggarap sawah tetangga mereka di Dusun Jabon, Desa Juwet, Kecamatan Kunjang.

Saat masih kecil, Anwar terbiasa ngarit. Mencari rumput untuk pakan ternak. Pekerjaan ini dia jalani untuk membantu kedua orangtuanya. Dia ngarit saban hari. Setiap sepulang sekolah.

Meski hidup di sawah, bukan berarti Anwar tak kenal ilmu. Sejak kecil dia bahkan mengenal betul sosok Albert Einstein dan Michael Faraday. Ilmuwan dunia itu. Anwar suka membaca buku-buku mengenai dua ilmuwan tersebut, padahal tergolong berat.

Hobi ini belum tentu dimiliki anak-anak lain. Dan dari dua tokoh inilah, Anwar menyematkan cita-cita menjadi ‘The Next Einstein’ atau ‘The Next Faraday’.

Cita-cita tersebut hampir saja musnah. Saat sang ayah meninggal pada tahun 1990. Sang tulang punggung tiada. Siapa yang akan menopang keluarga? Perekonomian sudah tentu tersendat. Padahal kala itu Anwar baru saja menapak sekolah dasar.

Anwar tentu khawatir, sang ibu tak mampu membiayai sekolah. Apalagi hingga perguruan tinggi. Tapi Anwar memberanikan diri, mengungkapkan keinginan bersekolah setinggi mungkin kepada sang ibu. Kepada emak.

Anwar menyiapkan diri. Sudah siap apabila sang emak menyatakan tidak sanggup. Tapi jawaban yang dia dengar di luar dugaan. Bu Patmi malah mendorongnya untuk bersekolah setinggi mungkin.

“Nak, kamu tidak usah ke sawah lagi. Kamu saya sekolahkan setinggi-tingginya sampai tidak ada lagi sekolah yang tinggi di dunia ini,” ucap Anwar terbata, karena tak kuasa menahan haru saat mengingat perkataan emaknya itu.

Perkataan itu menjadi bekal Anwar untuk melanjutkan langkah meraih mimpi. Lulus SD, dia diterima di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Kunjang. Kemudian dia meneruskan ke Sekolah Menengah Atas (SMA) 2 Kediri. Salah satu sekolah favorit di Kota Tahun itu.

Saat SMA itulah dia memilih meninggalkan rumah. Dia tinggal di rumah kost, tidak jauh dari sekolah. Jarak rumah dengan sekolah memang lumayan jauh. Dia sadar pilihan ini akan menjadi beban sang ibu.

Masalah itu membuat Anwar harus memutar otak. Dia lalu memutuskan untuk tidak sarapan demi menghemat pengeluaran. Tetapi, itu bukan pilihan tepat. Prestasi Anwar turun lantaran jarang sarapan.

“Karena tidak sarapan, setiap jam sembilan pagi kepala saya pusing,” kata dia.

Kondisi Anwar sempat terdengar oleh ibu salah satu temannya. Merasa prihatin dengan kondisi Anwar, ibu temannya itu menawari dia tinggal menumpang secara gratis. Anwar tidak perlu lagi merasakan pusing saat sekolah. Sarapan sudah terjamin dan prestasi Anwar kembali meninggi.

Lulus dari SMA 2 Kediri, Anwar lalu melanjutkan pendidikan ke Institut Teknologi Bandung (ITB). Dia diterima sebagai mahasiswa Jurusan Teknik Elektro dan ditetapkan sebagai lulusan terbaik pada 2000. Dia kemudian mengincar beasiswa dari Panasonic dan ingin melanjutkan ke jenjang magister di sebuah universitas di Tokyo.

Sayangnya, Anwar tidak lolos seleksi universitas tersebut. Dia merasa malu dan tidak ingin dipulangkan. Alhasil, dia memutuskan beralih ke Nara Institute of Science and Technology NAIST dan diterima.

Di universitas tersebut, Anwar mengembangkan tesis mengenai teknologi transmitter dan menggarap disertasi bertema sama dalam program doktoral di universitas yang sama pula.

Dan Anwar, kini telah menelurkan karya besar. Temuan yang ditertawakan itu kini dinikmati banyak orang. Termasuk para ilmuwan yang dulu mengolok-oloknya.

Selasa, 22 Maret 2016

WOW, Demo Sopir Taksi Jakarta Jadi Sorotan Dunia


Jakarta - Pemandangan macet di Jakarta bukan hal yang aneh lagi. Tapi macet kali ini berbeda pada macet pada umumnya. Macet kali ini disebabkan demo sopir taksi. Ribuan sopir taksi di Jakarta pada Selasa pagi ini menggelar demo. Aksi untuk menolak keberadaan kendaraan umum berbasis aplikasi ini ternyata menarik perhatian dunia.

Beberapa media asing turut serta memberitakan demo sopir taksi tersebut. Tak hanya dari Asia tapi juga Inggris hingga Amerika.

"Ribuan sopir taksi Indonesia berkumpul di Ibukota Jakarta. Protes terhadap aplikasi transportasi online itu membuat macet. Mereka menilai transportasi seperti Uber dan Grab membuat gaji mereka berkurang," lapor media Inggris BBC yang dikutip Selasa (22/3/2016).

Sementara media Australia ABC News memuat berita demo taksi tersebut dengan judul 'Taxi Protest Causes Traffic Chaos in Indonesian Capital'.

"Ini adalah protes besar kedua oleh sopir taksi di Jakarta bulan ini. Mereka mengatakan itu adalah persaingan dari aplikasi pemesanan transportasi online, yang tak memiliki aturan seperti taksi reguler. Keberadaannya sangat mengurangi pendapatan mereka. Banyak yang datang ke Jakarta dari daerah lain di Indonesia dan mendukung demo sopir taksi," tulis ABC News.

"... driver pribadi dengan aplikasi online belum diresmikan pemerintah sebagai ilegal," papar situs Mashable tak ketinggalan dengan pemberitaan itu.

Selain mengangkat demo para sopir taksi, media China juga menyoroti keamanan untuk aksi tersebut.

"Lebih dari 5.000 petugas keamanan dikerahkan untuk menjaga demo sopir taksi," tulis Shanghai Daily mengutip juru bicara Polda Metro Jaya, Kombes Muhammad Iqbal.

Media dari negeri tetangga, Malaysia juga ikut menuliskan demo tersebut. 'Taxi Protest Causes Chaos In Indonesian Capital', demikian tulis Bernama.

Tak hanya sopir taksi yang demonstrasi menolak angkutan umum berpelat hitam, demo kali ini juga diikuti oleh sejumlah sopir bajaj. Sopir angkutan kota Koperasi Wahana Kalpika (KWK) juga meluapkan aspirasinya tentang hal tersebut.

Sebanyak 5.000 sopir angkot berdemo di depan Balai Kota Jakarta. Mereka memarkirkan kendaraannya di Monumen Nasional (Monas). Alhasil, Monas memerah pagi ini.

Senin, 14 Maret 2016

Rehabilitasi LGBT Direbus Air Panas, Redaksi Kota Menyampaikan Permohonan Maaf Terbuka

Berkaitan dengan merebaknya pemberitaan tentang program rehabilitasi sosial yang akan digalakkan Kementerian Sosial di situs berita Redaksikota.com pada tanggal 28 Februari 2016 lalu. Dalam pemberitaan yang kami terbitkan berjudul “Mensos Punya Solusi Rehabilitasi LGBT Dengan Direbus Air Panas” tersebut, memuat dua sudut pandang yang sebenarnya berbeda obyek.

1. Sudut Pandang Rehabilitasi LGBT :
Sudut pandang pertama adalah tentang rehabilitasi bagi penyandang kelainan seksual yakni LGBT (Lesbi, Gay, Biseksual, dan Transgender). Dalam kesempatan itu, Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa program ESQ yang dipimpin oleh Ary Ginanjar, memiliki semacam terapi untuk menyembuhkan pengidap penyimpangan seksual tersebut sampai sembuh total.

“Lewat ESQ tersebut, ternyata laki-laki sudah mau menikah dengan perempuan. Dan itu salah satu opsi redesain rehabilitasi sosial apakah LGBT ataukah nafsah. Kita sedang melakukan hitung-hitungan dengan Pak Ary Ginanjar. Dalam artian begini, kita bisa menyiapkan berapa kapasitasnya dimana,” kata Khofifah di depan Masjid Agung Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (28/2/2016).

Dalam kutipan langsung Menteri Sosial yang diterbitkan Redaksikota.com di atas ada kesalahan penafsiran yakni pada kata NAFSAH yang sebenarnya diucapkan Menteri Sosial adalah NAPZA (Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif), namun menjadi bagian dari kesalahan tangkap oleh koresponden Redaksikota.com di Sidoarjo.

2. Sudut Pandang Rehabilitasi Napza :
Dalam konteks yang kedua inilah yang sebenarnya menjadi titik yang kami akui sebagai kesalahan dari Redaksikota.com berdasarkan miscommunication koresponden kami di Sidoarjo saat melakukan doorstop dengan Menteri Sosial tersebut.

Menurut Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, pihaknya mengaku mendapatkan alternatif untuk mengatasi pecandu Napza atau Narkotika. Salah satu alternatifnya adalah dengan memasukkan penderita itu ke dalam air rebusan dengan campuran rempah-rempah dan kapur. Dan selanjutnya, pasien juga diletakkan di sebuah tempat dengan suhu 85 derajat celcius.

Dalam penjelasan itu, Menteri Sosial tersebut mengaku sempat mencoba terapi tersebut dan memang aman dilakukan.

“Saya sendiri pernah mencoba dan itu memang tidak berbahaya. Saya juga meminta kepada Dirut nafsah (sebenarnya Napza -red) untuk mencobanya dan ternyata tidak ada masalah,” tandasnya.

Untuk memperkuat kemanjuran program rehabilitasi sosial dengan cara tersebut untuk pecandu Narkotika, Menteri Sosial pun mengklaim bahwa banyak negara lain yang sampai mendatangi Mojokerto untuk mempelajarinya.

Walaupun demikian, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan tidak bisa menjamin penderita 100 persen sembuh dari candunya pada obat-obatan terlarang itu, namun beliau mengklaim upaya itu minimal untuk alasan mengurangi saja.

“Kalau dihentikan mungkin tidak bisa 100 persen. Tapi kemungkinan untuk bisa dikurangi saya rasa selama ini sudah bisa dibuktikan. Bahkan dari beberapa negara asing juga sudah mendatangi ke Mojokerto untuk melihat cara rehabsos korban nafsah (sebenarnya Napza -red) yang ada di Mojokerto,” tandasnya.

“JADI, PROSES REHABILITASI PELAKU PENYIMPANGAN SEKSUAL LGBT DENGAN CARA DILETAKKAN DI DALAM AIR REBUSAN YANG MENGHEBOHKAN PUBLIK TERSEBUT ADALAH TIDAK BENAR. DAN KAMI DARI SELURUH JAJARAN REDAKSI DI REDAKSIKOTA.COM MENGUCAPKAN PERMOHONAN MAAF SEBESAR-BESARNYA KEPADA SELURUH PIHAK YANG MERASA TIDAK NYAMAN DENGAN PEMBERITAAN TERSEBUT.”

Permohonan maaf terbuka ini disampaikan sebagai bentuk keterbukaan kami dalam menerima hak koreksi dari Kementerian Sosial kepada koresponden kami dan bagi Redaksikota.com pada khususnya.

Semoga kesalahan serupa tidak terulang di kemudian hari dan Redaksikota.com tetap menjadi bagian garda terdepan untuk memberitakan kebenaran dan keterbukaan kepada masyarakat luas. (redaksi)

Sabtu, 12 Maret 2016

WOW!!! KONSER ROCK ‘N DUT BERSAMA SETIA BAND DAN CITA-CITATA SUKSES MENGGOYANG CIREBON TIMUR

CIREBON – Konser musik Rock ‘n Dut bersama Apache yang di gelar Sabtu (12/3), di Lapang Bola Pabuaran, Jl.Pangeran Sutajaya, Kabupaten Cirebon, berlangsung meriah, tertib dan damai.

Di tahun 2016 ini SETIA BAND kembali memulai tour konser bersama rokok APACHE ( PT. Karyadibya Mahardhika ) setelah di tahun 2015 SETIA BAND sukses melakukan tour di berbagai daerah bersama rokok APACHE. kini di tahun 2016 rokok APACHE mampir ke kota CIREBON untuk menggelar acara yg bernama ROCK`nDUT di kota yg berjuluk kota udang ini APACHE ROCK'nDUT mengadirkan SETIA BAND, S9mbilan band, & CITA CITATA
acara ini akan di gelar pada sabtu 12 maret 2016. berlokasi di lapangan bola pabuaran kabupaten cirebon. Menurut jadwal, acara akan di mulai pada pukul 15.00 WIB dengan menampilkan band-band lokal. Pada pukul 19.00 WIB acara akan di buka oleh penampilan S9mbilan band & cita citata lalu pada puncak acara baru akan menampilakan SETIA BAND.

Acara dimulai sekitar pukul 16.00 dengan band pembuka Apache Band, beberapa Artis Lokal, termasuk Polres Band yang beranggotakan Polisi, kemudian disusul S9mbilan Band yang mampu memukau ribuan pentonton hingga pukul 17.30 istirahat sejenak, melaksanakan ibadah shalat magrib dan shalat isya. setelah shalat isya acara Konser Rock ‘n Dut dimulai kembali.

Foto : Polres Band menunjukkan Ferformanya

Sebagai Band pembuka dalam konser tersebut, Band dari Polres Cirebon yang dipimpin langsung oleh Waka Polres Cirebon Kompol Eka Yekti Hananto Seno, S.Ik., M.Si dalam kesempatan tersebut Waka Polres Cirebon menyampaikan pesan kamtibmasnya untuk selalu menjaga kondusifitas saat konser berlangsung.Para penonton yang menyaksikan konser tersebut begitu antusias karena terdapat personil Setia Band yang merupakan putera daerah asli dari Ciledug Kabupaten Cirebon.
Sementara itu, Kapolres Cirebon AKBP Sugeng Hariyanto S.Ik M.Hum Melalui Kabag Ops Polres Cirebon Kompol Rendra Oktha Dinata S.ik M.si menyatakan bahwa sejauh ini pelaksanaan berjalan dengan kondusif sehingga Penikmat musik ini dapat menikmati pentas dengan nyaman.

Foto : Waka Polres Cirebon Kompol Eka Yekti Hananto Seno, memberikan sambutan

“Ini merupakan event tahunan. Agendanya kali ini di Pabuarn, Cirebon Timur. Kota asal kelahiran vokalis Setia Band, Charly Van Houten. Kegiatan konser musik tersebut bertujuan untuk memberikan hiburan kepada masyarakat Cirebon. Dengan menghadirkan live music gratis tanpa tiket” kata Regional Marketing Manager PT. Karyadibya Mahardhika.

“Event-nya free tanpa ticketing. Yang boleh masuk 18+, kami screaning agar aman semuanya. Penonton yang masuk dijaga ketat dan diperiksa satu per satu. Sifatnya promo dan hiburan. Dan luar biasa, audience-nya mampu mencapai kurang lebih 15 ribu orang,” paparnya.

Event Rock ‘n Dut, ungkap dia, juga digelar untuk memperkenalkan produk baru Apache Exclusive. Selain Cirebon, Rock in Dut ini juga digelar di Tasikmalaya, Ciamis, dan sebagainya. “Minggu depan (19/3) kita akan tampil di Blora, Jawa Tengah. Kita akan launching secara nasional dan kini sudah mulai didistribusikan. Kami juga tentunya sekaligus memperkenalkan produk Apache Filter, Kretek, dan Apache yang terbaru Apache Exclusive,” tuturnya.

Foto : Ilham, vokalis S9mbilan Band sedang beraksi

S9mbilan Band kini tampil membuka acara, dengan menyanyikan beberapa lagu, diantaranya membawakan lagu yang berjudul "Cemara". Ilham sang vokalis S9mbilan Band, kini tampil lebih garang dan mampu mengundang ribuan penonton datang berduyun-duyun memadati jalan raya untuk menyaksikan secara langsung Konser musik Rock ‘n Dut bersama Apache, hingga membuat susana jalanan macet beberapa kilometer.

Meskipun diguyur hujan, namun tidak menyurutkan semangat ribuan penonton yang memadati lapang bola Pabuaran demi menyaksikan idolanya pentas diatas panggung yang megah. Penonton dari berbagai daerah tumpah ruah menjadi satu, ada yang datang dari Kuningan, Majalengka, Brebes, Indramayu,Plered, kota cirebon, Losari, Gebang, Ciledug, Dompyong, Babakan, masyarakat Pabuaran dan sekitarnya. Bahkan dari luar kota dengan berbagai komunitas turut meramaikan suasana malam yang gegap gempita. Ada dari komunitas Oi, Slankers, Setiaku sampai komunitas Bobotoh Persib, semua larut dalam kebersamaan.

Sebelum meningkat ke acara inti, tokoh ulama dari Pesantren Buntet, KH. Abas memberikan arahan kepada seluruh masyarakat yang hadir pada malam itu. Dalam sambutannya, Beliau menghimbau kepada penonton dan masyarakat setempat agar turut mendukung suksesnya Konser  Rock ‘n Dut bersama Apache dengan tertib, aman dan damai.

Suasana semakin meriah dengan tampilnya artis cantik yang berasal dari kota Sukabumi, Cita Citata. Dengan gaya menyanyinya yang khas, Cita Citata tampil dengan penuh enerjik menghibur ribuan penonton. Dalam sekejap Lapang Bola Pabuaran menjadi lautan manusia. Alunan lagu dan hentakan musik "Goyang Dumang" begitu dahsyatnya menggoyang masyarakat Cirebon Timur.

Foto : Cita Citata, aksi panggungnya menggoyang masyarakat Cirebon Timur

Turut hadir pula artis Tarling Cirebon, Diana Sastra. Dalam aksi panggungnya berkolaborasi dengan Setia Band, Diana Sastra merasa bangga Dadi Wong Cerbon yang turut berkreasi mewarnai musik Indonesia. Vokalis Setia Band, Charly Van Houten memberikan apresiasi dan dukungannya kepada Diana Sastra untuk menjadi artis sekaligus penyanyi nasional.

Foto : Aksi Panggung Charly bersama Setia Band

Setiaku bersorak sorai menyambut hadirnya Charly Van Haouten diatas panggung nan megah yang diselenggarakan Apache. Semua penonton mengabadikan momen-momen istimewanya, karena menurut Charly sendiri, meskipun dirinya sudah konser Rock ‘n Dut bersama Apache dimana-dimana, konser kali ini sangatlah istimewa karena baru pertama kalinya konser Rock ‘n Dut bersama Apache ditempat kelahirannya sendiri. Disamping itu, konser kali ini diberikan khusus sebagai persembahan Ulang Tahun ayahnya sendiri. Pada kesempatan ini Charly menyampaikan rasa terimakasih kepada kedua orang tuanya, yang turut hadir di panggung konser Rock ‘n Dut. Charly juga berterimakasih atas doa dan dukungannya dari semua masyarakat cirebon.

Kamis, 10 Maret 2016

WOW, Kota Cirebon Ibarat Kota Metropolitan, Setiap Harinya Kebanjiran Warga Baru.

CIREBON – Di balik gemerlapnya progres pembangunan Kota Cirebon, nampaknya membuat banyak warga luar daerah berbondong-bondong untuk menjadi warga Kota Cirebon.

Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk (Dafduk) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cirebon, Drs H Agus Muharam MPd menjelaskan, ibarat kota metropolitan, Cirebon bak tempat yang dianggap layak untuk mengadu nasib. Buktinya, banyak pendatang baru datang ke kota ini, jumlahnya mencapai ratusan setiap bulan. “Setiap hari ada 25 orang pendatang baru ke Kota Cirebon. Ini bisa dilihat dari kepengurusan berkas perpindahan,” ungkap Agus saat diwawancarai, Selasa (8/3).

Menurutnya, pendatang baru yang ingin mencari pekerjaan di Kota Cirebon setiap bulannya cukup tinggi. Berbagai macam profesi dicari, mulai dari karyawan hingga wirausaha. Bahkan, di siang hari penduduk Kota Cirebon bisa mencapai 1,5-2 juta jiwa, sedangkan malam hari hanya berkisar 380 ribu jiwa. “Ini juga bisa dilihat penduduk kota yang hanya mencapai 380 ribu. Tapi kalau siang hari jumlahnya bisa 1,5-2 juta jiwa,” jelasnya.

Foto : Drs H Agus Muharam MPd, menunjukkan surat pindah

Ada berbagai faktor yang mempengaruhi pertambahan jumlah penduduk di Kota Cirebon. Seperti semakin pesatnya kemajuan, semakin banyak jasa, perdagangan, perhotelan, akses yang mudah dijangkau dan lain-lain. “Macam-macam alasannya, ada yang karena pindah tugas, ada juga karena memang alasan untuk mencari kerja,” tuturnya.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), Drs Anan Suyitno menambahkan, untuk mengawasi masuknya penduduk gelap, Disdukcapil terus mengingatkan untuk tertib administrasi kependudukan. Pihaknya juga terus memberikan imbauan dan surat edaran (SE) kepada para RT/RW dan Kelurahan agar penduduk baru maupun pindahan diwajibkan untuk melapor dan membawa surat keterangan pindah. Disebutkannya, saat ini jumlah penduduk Kota Cirebon ialah 388.854 jiwa. “Betul tiap hari terus ada peningkatan. Dan setiap tahun buku profil kependudukan di Kota Cirrebon jumlahnya terus berubah dan mengalami penambahan,” imbuhnya.

Rabu, 09 Maret 2016

Gerhana Matahari Total di Indonesia Mampu menyihir Wisatawan Mancanegara

Belitung - Gerhana Matahari Total atau yang biasa disingkat GMT, tahun ini terjadi di Indonesia. GMT menjadi fenomena alam yang luar biasa. Bahkan mampu menarik turis luar negeri untuk datang berbondong-bondong ke Indonesia, sebut saja Beata Heckmann, seorang perempuan Polandia paruh baya yang tinggal di Hamburg, Jerman, yang telah tiga kali menyaksikan gerhana matahari total, dan ia selalu terpesona.

“Saya sudah sejak lama menyiapkan perjalanan ke Belitung ini, untuk melihat GMT,” kata Beata, saat ditemui di tepian laut Pantai laying, Belitung.
Ia mungkin tergolong pemburu GMT sejati dan di Belitung ini dia menyaksikan yang keempat kalinya. “Sejak saya pertama kali menyaksikannya tahun 1999 di Jerman, saya selalu merasa tersihir. Fenomena alam yang luar biasa, sensasional, tak terbayangkan dengan kata-kata, menurut Beata.

Sesudah itu dia mengaku jadi seperti ketagihan dan selalu mengecek perkiraan kapan lagi akan terjadi GMT dan memburunya. “Dan untuk Gerhana Matahari Total kali ini, saya memilih Belitung,” kata Beata. “Saya juga ingin berbagi pengalaman luar biasa itu bersama anak saya, dan cucu saya” katanya seraya menoleh kepada Daria Radwanska, dan anak remajanya, Eliza.
“Kalau buat saya ini yang pertama,“ kata Daria sembari terseyum “Juga pertama buat anak saya, Eliza. Saya tidak sabar ingin mengalami apa yang pernah dialami ibu saya, sampai tiga kali. Semoga saja cuacanya bagus” kata Daria.
Perempuan dari tiga generasi ini akan menyaksikan gerhana dari pantai Klayang.

Datang dari Slovenia.
Lain lagi Jozica Rus, perempuan dari Slovenia. Sehari sebelum gerhana ia menikmati Pantai Klayang, namun pada saat gerhana memilih untuk mengamatinya dari sebuah puncak bukit mengingat pemerintah daerah Belitung juga menyiapkan sejumlah bukit sebagai titik pengamatan.
Jozica datang dari Slovenia bersama suaminya, Tony, dan dua bocah perempuan mereka.
“Saya baru sekali menyaksikan gerhana, di Austria, beberapa tahun lalu. Dan ini kesempatan saya menyaksikannya lagi sepanjang hidup saya, dan saya tak mau melewatkannya,” katanya.
Dijelaskannya, suaminya, sudah empat kali menyaksikan gerhana. “Dia sungguh-sunggu seorang pemburu gerhana” kata Jozica sambil tertawa.

Stan Herring, warga Australia yang tinggal di Jakarta, sengaja datang ke Belitung untuk menyaksikan gerhana matahari total.
Sedang Stan Herring, seorang warga Australia yang tinggal di Jakarta, mengaku pernah menyaksikan GMT pada masa kecilnya dulu.
“Tapi saya masih ingat, betapa luar biasanya peristiwa itu. Nah kebetulan sekarang tinggal di Jakarta, ya kami pun ke Belitung untuk menyaksikannya.”
Stan, seorang warga Australia yang menikahi seorang perempuan Indonesia, datang bersama rombongan beranggotakan tujuh orang.

Peningkatan wisatawan domestik
Wisatawan yang berkunjung ke Belitung untuk menyaksikan gerhana matahari melonjak.
Salah seorang dalam rombongan Stan, Ari Sudjono, mengungkapkan mereka sudah menyiapkan perjalanan sejak Januari. “Kami tidak mau kehilangan momentum, dan tak mau kehabisan kamar hotel. Jadi sejak Januari kami sudah memesan tiket pesawat dan kamar hotel.”
Pemesanan lama juga dilakukan Purwanto, dari Pekalongan, yang datang dalam rommbongan keluarga besar.

foto: Wisatawan Mancanegara membanjiri Indonesia

“Saya tidak ingat lagi kapan tapi sudah lama pesannya. Kalau tidak, mana kebagian kamar. Lihat saja, semuanya penuh sekarang,” jelas Purwanto yang saat ditemui baru saja merapat dengan perahu yang membawa rombongan mereka ke Pulau Lengkuas –salah satu tujuan wisata popular Belitung.
Wisatawan dalam negeri yang datang sengaja datang ke Belitung untuk melihat Gerhana Matahari Total diperkirakan mencapai 4.000-5.000 orang, setidaknya empat kali lipat dibanding hari-hari biasa.

Pertamina Sukses Meraih Penghargaan Tata Kelola Perusahaan Terbaik se-Asia

PT Pertamina (Persero) meraih penghargaan dengan predikat The Best of Asia – Icon on Corporate Governance, karena dinilai konsisten dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Founder and Publisher Corporate Governance Asia‎, Aldrin Monsod mengatakan, pihaknya telah datang ke Indonesia untuk memberikan penghargaan atas usaha Pertamina dalam mempraktikkan GCG. Menurut Aldrin,‎ strategi yang diterapkan Pertamina menghadapi situasi industri migas di tengah penurunan harga telah memenuhi pilar-pilar utama GCG. Penilaian dalam penghargaan ini selama periode 2012-2015.

Penghargaan ini diberikan berdasarkan pada roadmap dan implementasi GCG Pertamina, termasuk memperhatikan track record, kedisiplinan manajemen, keterbukaan dan transparansi di semua lini perusahaan.

foto : Aldrin Monsod (kiri) saat menerima  penghargaan The Best of Asia – Icon on Corporate Governance

"Pertamina dengan lima pilar prioritas strategisnya memberikan prospek bagus di masa mendatang. Kami dapat katakan lima pilar yang dibangun oleh manajemen Pertamina tersebut telah sejalan dengan praktik terbaik GCG dan kami yakini Pertamina akan terus meningkatkan komitmen tingginya dalam penerapan GCG dalam segala lini bisnis perusahaan," ungkap Aldrin melalui siaran pers,‎ Rabu (9/3).

Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro mengungkapkan, penghargaan ini menjadi bukti pengakuan masyarakat internasional atas pelaksanaan konkret prinsip-prinsip GCG yang dilakukan Pertamina. Menurut dia, Pertamina harus menempatkan kepedulian yang tinggi akan GCG dan transparansi, mengingat bisnis perusahaan bernilai ratusan triliun rupiah per tahunnya dan menyangkut hajat hidup orang banyak. Skor assessment GCG Pertamina yang dirilis pada 2015 sebesar 94,43.

"Tuntutan dan harapan akan keterbukaan, transparansi, dan implementasi prinsip-prinsip GCG lainnya kepada Pertamina tidak heran menjadi sangat tinggi, dan manajemen serta segenap insan Pertamina terus berupaya dengan usaha terbaik untuk memenuhi harapan tersebut. Penghargaan ini kami nilai sebagai apresiasi dan kepercayaan masyarakat global akan hal itu," ungkap Wianda.

Penghargaan GGC telah diserahkan oleh Aldrin Monsod kepada Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto yang didampingi Chief Legal Counsel & Compliance Pertamina Genades Panjaitan serta Corporate Secretary Pertamina Wisnuntoro di Kantor Pusat Pertamina, pekan lalu.